Agama Cinta Penebar Kedamaian

Habib Hamid Al Qodri tengah menyampaikan Mauidzah Hasanah


Jakarta  ( Santri Noesantara  ) – Pembina Rijalul Ansor, Habib Hamid Al Qodri menegaskan agama dibangun atas cinta dan kedamaian, bukan hawa nafsu. Oleh karena itu para pendakwah sebagai corong menyuarakan agama, harus mendakwahkan dirinya dengan lebih dulu melakukan penyucian jiwa.

“Sehingga halangan apa pun yang menghadang akan dihadapi dan tak akan goyah dalam memperjuangkan keadilan,” katanya pada halal bi halal Al Muwasholah Baina Ulama Indonesia di Jakarta, 

Ia mengutip firman Allah swt berfirman QS Fushshilat ayat 33, ‘Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, ‘Sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim (yang berserah diri)?’ 

Ayat tersebut merupakan penjelasan konsep syariat Islam yang sangat agung dan sempurna dalam mendorong pengikutnya untuk terjun di medan dakwah. “Pendakwah harus menjaga lisan, bertutur kata yang baik,” papar Habib Hamid.

Menurutnya alangkah baik jika perintah Allah dalam ayat-ayat Al-Qur’an diamalkan untuk diri sendiri lebih dulu, sebeum dinasihkatkan kepada orang lain. “Kita harus berpikir bagaimana agar kita menjadi pribadi yang sesuai aturan dan perintah ayat Al-Qu’ran,” terangnya.

Hal itu, katanya, juga sangat penting jika dikaitkan dengan kepemimpinan dan keadilan. “Seorang pemimpin yang baik bukan lahir dari konsep saja,” lugas Habib Hamid.

Pada kesempatan itu hadir juga KH Syukron Ma’mun, pendiri Pesantren Daarul Rahman Jakarta; Ustadz Darul Qutni, pemimpin Brigade Aswaja Kota Depok. (Santri Noesantara/Alwi)