Abuya KH Syihabuddin Ahmad, Mustasyar PCNU Kota Depok: waktu yang berharga

Kota Depok (4/1/19) suasana Masjid Al Hikmah nampak tak seperti biasanya, sejak Jumat siang, terlihat lalu lalang beberapa orang sibuk merapihkan panggung di dalam masjid. 

Salah satu agenda tahunan DKM Masjid Al Hikmah, yaitu memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriyah, sebagai salah satu bentuk syiar Islam di lingkungan sekitar kampung Areman Cimanggis Kota Depok juga sebagai bentuk pengabdian untuk Agama Islam. 

Acara dimulai usai shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Dzikir, Tahlil dan pembacaan Riwayat Maulid Nabi besar Muhammad SAW, yang dipimpin  Ustadz Drs. Ahmad Shofari.

Maulid tahun ini ada yang berbeda dengan acara maulid tahun lalu, yaitu dengan kehadiran Qori Internasional yang bernama Ustadz H Agus Burhanuddin dan Ustadz H Sofyan Hadi, SQ, MA. 

Diawali dengan kata sambutan dari ketua pelaksana, ” Alhamdulillah hari ini kita berkumpul di masjid yang insya Allah di beri keberkahan yang melimpah, dengan perayaan Maulid ini besar harapan kita bisa mendapatkan ilmu, meneladani akhlak perilaku Nabi SAW, dan menjunjung persatuan bersama, terima kasih kepada para hadirin masyarakat sekitar yang sudah menyempatkan hadir, para guru-guru asatidz, alim ulama dan Habaib, semoga kita mendapatkan keberkahannya,” ujar Ustadz Nanang dihadapkan ratusan jamaah yang hadir. 

Ceramah pertama disampaikan oleh Abuya KH Syihabuddin Ahmad, tokoh masyarakat kota Depok yang juga sebagai Mustasyar PCNU kota Depok saat ini, beliau pernah menyantri di Tebuireng.

Setiap hari saat fajar menyingsing, si hari berkata memanggil-manggil kita, cuma kita tidak mendengar, apa kata hari ” hai anak adam, aku adalah ciptaan yang baru, yang kemarin bukan aku!! setiap hari si hari memanggil kita, dan atas perbuatan manusia, aku nanti di akhirat akan menjadi saksi, di Al Quran banyak keterangan tentang tubuh kita menjadi saksi.

Di sini kita berkumpul dan akan menjadi saksi atas kebaikan kita, seluruh anggota kita akan menjadi saksi.

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q. S. Yasiin: 65)

Pada intinya seluruh perbuatan manusia gerak-geriknya akan dimintai pertanggung jawaban kelak di Akhirat, apapun yang kita lakukan tak bisa lepas dari pantauan Allah Swt, ujar Abuya Syihabuddin. 

Habib Mahdi bin Hamid Alatas tengah menyampaikan ceramah Maulid Nabi Saw 

Setelah di selingi dengan pembacaan Al Quran  oleh qori Internasional, kemudian penceramah ke dua yaitu, Habib Mahdi bin Hamid bin Alwi bin Hud Alatas, yang mana beliau mengajak kepada para hadirin untuk bersatu dalam keimanan. 

Tausyiah beliau mengajak pada persatuan, jauhkan perpecahan, yang di sampaikan dengan tegas, damai dan bersandar pada nash Al Quran dan Hadis Nabi SAW. 

Habib Mahdi Hamid Alatas. MA