Peace Leader Indonesia Hadiri Training Literacy Digital Yang Digagas oleh Mafindo


Jakarta – Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) kembali menyelenggarakan edukasi publik anti hoaks pada hari Jumat (21/6/19), kali ini mengundang 60 peserta yang di pilih dari berbagai latar belakang profesi, Dosen, aktivis, mahasiswa dan personal, termasuk kordinator Peace Leader Bogor-Depok yang menjadi salah satu peserta undangan acara tersebut.

Informasi, Literasi, dan Kreasi di Media Sosial dengan judul berikut yang diharapkan menghasilkan pemahaman bagi peserta, setelah masa Pemilu 2019 kali ini, kita banyak menghabiskan energi, pikiran dan emosi dihampir semua lapisan masyarakat Indonesia, ujar Dewi selaku Direktur Mafindo saat membuka dan sambuta acara.

Mafindo organisasi relawan yang berfokus pada cek fakta informasi dan edukasi literasi menghadirkan Agus Sudibyo
Direktur Eksekutif Indonesia New Media Watch, yang membawa tema “Informasi, Literasi dan Kreasi di Media Sosial” juga Aribowo Sasmito Direktur Pemeriksa Fakta MAFINDO, dengan tema “Mengidentifikasi Hoaks”.

Panitia Mafindo dan Pegiat Pendidikan Yang Mengikuti Edukasi Anti Hoaks

Acara yang dilangsungkan sejak pagi hingga sore hari ini diatur menjadi dua sesi, dan terlihat interaktif setelah materi langsung forum tanya jawab oleh para peserta yang hadir, bertempat di hotel Kuretakeso mampang Jakarta.

Bincang Kordinator Peace Leader, Hakim mengenai pencegahan anti Hoax dikalangan pelajar, mendapat sambutan baik dari panitia Mafindo, karena generasi Millenial yang berada disekolah menjadi salah satu sasaran program untuk diberikan edukasi tentang literasi dan kretivitas dalam mencegak penyebaran hoax.

Maraknya aksi intoleran belakangan ini, tak jauh dari embrio yang berasal dari kalangan pelajar, disekolah-sekolah yang menjadi salah satu penyumbang munculnya pemikiran Intoleransi di Masyarakat.

Oleh karena itu, Peace Leader selama ini menjadi sasaran kegiatan berupa Peace goes to School, di wilayah Bogor dan Depok untuk mengedukasi tentang bahaya Radikalisme yang berujung sifat Intoleransi bahkan lebih dari itu.

( Santri Noesantara/Hasan)